Lompat ke isi utama

Berita

Catatan Pengalaman Fasilitasi Kader Pengawas Pemilu di Kabupaten Luwu

DOK13

Keterangan: Nusri Isla Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Luwu saat Menjadi Fasilitator dalam Kegiatan P2P

Catatan kecil fasilitasi kader pengawas Pemilu Menjadi fasilitator Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bagi kader pengawas Bawaslu di Kabupaten Luwu merupakan pengalaman  berharga sekaligus  Menantang. Dalam kegiatan ini, tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping pembelajaran yang mendorong tumbuhnya kesadaran demokrasi dan semangat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. 

Sebagai fasilitator, dimana bertugas memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan pemilu, peran masyarakat dalam menjaga demokrasi, serta mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran pemilu. Materi yang disampaikan meliputi dasar hukum pengawasan pemilu, pencegahan pelanggaran, pengawasan partisipatif, hingga teknik identifikasi potensi pelanggaran di lapangan. Dalam proses fasilitasi materi, partisipasi ruller asissment yang lebih dikenal PRA dengan menggunakan metode diskusi interaktif, simulasi kasus, dan studi pengalaman lapangan agar peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Kegiatan pendidikan ini diikuti oleh kader pengawas dari berbagai latar belakang, mulai dari pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri karena setiap peserta memiliki tingkat pemahaman dan pengalaman yang berbeda. Namun, melalui pendekatan partisipatif dan komunikasi yang terbuka, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan dinamis.

dok 17

Pengalaman yang paling berkesan dalam proses interaktif pembelajaran adalah ketika para peserta mulai menyadari bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, diskusi kritis, dan semangat mereka untuk ikut terlibat dalam menjaga proses demokrasi yang jujur dan adil.

Melalui kegiatan ini, saya juga memperoleh banyak pelajaran tentang pentingnya membangun komunikasi yang efektif, kemampuan memimpin forum, serta strategi penyampaian materi yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Selain itu, pengalaman ini semakin memperkuat komitmen saya untuk terus mendukung penguatan demokrasi melalui pendidikan politik dan pengawasan partisipatif di masyarakat.

Menjadi fasilitator pada program  P2P bukan sekadar menjalankan tugas kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sadar demokrasi, kritis terhadap pelanggaran pemilu, dan aktif menjaga integritas pemilu di Indonesia.

Penulis : Nuzri Isla

Editor : Khairil F. Munandar

Dok. Rifaldi Sabil