Andarias Duma Harapkan Peserta P2P Luwu Aktif Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029
|
BELOPA — Anggota Pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, Andarias Duma, menegaskan bahwa kesuksesan dan tegaknya demokrasi dalam pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Sesi Ke-2 yang digelar di Baruga Arung Senga, Belopa, Kabupaten Luwu, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat".
Apresiasi Komitmen Masyarakat Luwu
Dalam arahannya, Andarias Duma yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Sulsel, memberikan apresiasi yang tinggi kepada lebih dari 40 peserta yang antusias mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, kesediaan masyarakat untuk bergabung dalam gerakan P2P merupakan modal besar dalam menghadapi tantangan Pemilu tahun 2029 mendatang.
"Saya berterima kasih kepada teman-teman peserta yang sudah memilih bergabung bersama Bawaslu melalui kegiatan P2P ini. Ini adalah langkah nyata kita dalam bersiap menghadapi Pemilu 2029," kata Andarias.
Andarias menjelaskan bahwa melalui program p2p ini, masyarakat akan dibekali pengetahuan komprehensif oleh tim fasilitator mengenai pemetaan tata cara pengawasan yang efektif, mulai dari tingkat Kecamatan, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), hingga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).
Bawaslu Butuh Mata dan Telinga Masyarakat
Di hadapan para peserta, Andarias secara terbuka menyatakan bahwa Bawaslu memiliki keterbatasan struktural dalam menjangkau seluruh potensi pelanggaran di lapangan. Oleh karena itu, kehadiran pengawas partisipatif dari unsur masyarakat menjadi instrumen yang sangat vital.
"Bicara pengawasan pemilu, Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri tanpa melibatkan publik. Sangat penting ada peran aktif dari masyarakat. Sebab pada hakikatnya, urusan penyelenggaraan pemilu adalah urusan rakyat," tegas Andarias.
Ia juga menambahkan bahwa rentang waktu dari Pemilu 2024 hingga menyongsong Pemilu 2029 harus dijadikan momentum berharga bagi semua pihak untuk terus belajar dan mengevaluasi kualitas demokrasi di tingkat lokal, khususnya di Kabupaten Luwu.
Pengawasan Partisipatif Sebagai Bentuk Cinta Demokrasi
Menutup sambutannya, mantan Ketua Bawaslu Tana Toraja ini menekankan bahwa pemilu yang jujur dan adil tidak mungkin tercipta secara instan tanpa adanya pengawalan yang ketat dari basis masyarakat terbawah.
"Pengawasan partisipasi adalah bentuk kecintaan kita yang paling nyata terhadap masa depan demokrasi. Pemilu yang jujur tidak lahir begitu saja, melainkan lahir dari masyarakat yang sadar bahwa menjaga pemilu adalah tanggung jawab bersama," pungkasnya.
Dengan dibukanya kegiatan ini, Andarias berharap para peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan mampu mentransformasikan ilmu yang didapat untuk menjaga marwah dan integritas demokrasi di Kabupaten Luwu agar tetap berjalan bermartabat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Kabupaten Luwu, Wahyu Derajat, yang menjelaskan bahwa P2P kali ini merupakan kelanjutan dari program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang kini dikemas lebih interaktif melalui metode tatap muka dan penggunaan modul.
Penulis/Editor : Khairil F. Munandar
Dok : Zuabedah