Bawaslu Luwu Gelar Rapat Koordinasi, Perkuat Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P)
|
BELOPA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Kantor Bawaslu Luwu pada Rabu, 13 Mei 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan teknis pelaksanaan serta memastikan penguatan kelembagaan dalam menyongsong tahapan Pemilu mendatang.
Kepala Sekretariat Bawaslu Luwu, Nuzri Isla, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan pembinaan dalam program P2P. Beliau berharap agar seluruh jajaran sekretariat memberikan dukungan penuh demi kelancaran agenda strategis ini.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Luwu, Wahyu Derajat, memaparkan detail teknis pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan secara bauran (hybrid), yakni daring dan luring. Wahyu menjelaskan bahwa terdapat penyesuaian jumlah peserta yang dinamis mengikuti ketersediaan anggaran.
"Setelah melalui beberapa penyesuaian anggaran, jumlah peserta ditetapkan sebanyak 40 orang. Kami menegaskan bahwa kegiatan P2P ini bukan sekadar agenda divisi semata, melainkan kerja kolektif kelembagaan. Seluruh lini harus terlibat aktif," tegas Wahyu.
Partisipasi Masyarakat dan ASN
Peserta sebanyak 40 orang tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Luwu, termasuk unsur Aparatur Sipil Negara (ASN). Keterlibatan beragam sektor ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pengawasan partisipatif di tingkat akar rumput.
Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu, Irpan, SH., MH., menutup rapat koordinasi dengan memberikan penguatan kepada seluruh staf. Beliau menginstruksikan agar sosialisasi P2P semakin dimasifkan kepada masyarakat luas.
"Program P2P ini adalah instrumen penting untuk membumikan pemahaman pengawasan pemilu. Ini adalah langkah awal dan bagian dari penguatan kapasitas kita dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu Serentak tahun 2029," pungkas Irpan saat menutup kegiatan.
Penulis : Khairil Febri Munandar
Dok : Anggi Arianto