Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Luwu Dorong Transformasi Pengawasan Pemilu Digital dan Penguatan Literasi Demokrasi

swe

Kegiatan Penguatan Kelembagaan  “Pengawasan Pemilu Berbasis Digital dan Peningkatan Literasi” di Café Sobat Sudut, Kota Belopa, Senin (3/11/2025)

Belopa,  – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Luwu menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu bertema “Pengawasan Pemilu Berbasis Digital dan Peningkatan Literasi” di Café Sobat Sudut, Kota Belopa, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Abdul Hafid, Komisioner Bawaslu Kota Makassar periode 2018–2023 sekaligus pegiat Pemilu, dan Ano Supratno, Tenaga Ahli Ditjen Polpum Kemendagri yang juga dikenal sebagai jurnalis senior.

Anggota Bawaslu Kabupaten Luwu, Wahyu Derajat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan penguatan kelembagaan yang digelar serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Ia menegaskan pentingnya adaptasi Bawaslu terhadap perkembangan teknologi dalam pengawasan Pemilu.

Aktivitas kampanye kini banyak beralih ke media sosial. Karena itu, pengawasan berbasis digital menjadi kebutuhan penting agar Bawaslu mampu menyesuaikan diri dengan dinamika zaman,” ujarnya.

Dalam sesi materi, Abdul Hafid menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas yang transparan dan kredibel. Ia mengibaratkan Bawaslu sebagai “etalase demokrasi” yang selalu menjadi sorotan masyarakat.

Sebagai etalase demokrasi, setiap kerja-kerja Bawaslu akan terus terlihat publik. Karena itu, kepercayaan masyarakat harus terus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, Ano Supratno menekankan pentingnya peningkatan literasi politik masyarakat. Menurutnya, Bawaslu tidak hanya berperan sebagai pengawas dan penegak aturan, tetapi juga harus menjadi komunikator demokrasi yang menjembatani hubungan antara peserta Pemilu, masyarakat, dan media.

Bawaslu harus mampu memberikan edukasi politik agar demokrasi kita semakin sehat dan partisipatif,” jelasnya.

Pada sesi penutupan, Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu, Irpan, menegaskan bahwa hasil kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi berjenjang untuk memperbaiki pelaksanaan Pemilu dan Pilkada mendatang.

> “Pemilu 2029 sejatinya dimulai dari hari ini — dari pembenahan regulasi hingga proses pelaksanaannya. Ini adalah langkah awal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu dan KPU, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk insan media.

Jika semua pihak berperan aktif, kita optimistis Pemilu mendatang akan berjalan lebih baik,” tambahnya.


Irpan menutup kegiatan dengan apresiasi kepada seluruh peserta dan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan penutup, melainkan awal dari rangkaian penguatan kelembagaan berikutnya yang tetap membutuhkan ide dan masukan dari berbagai pihak.

Kegiatan dihadiri oleh Pimpinan Bawaslu Luwu, perwakilan organisasi masyarakat (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta kalangan jurnalis.

Penulis :  Khairil Febri

Foto : Rifaldi Sabil